Jatuh Cinta Dalam Diam :)

Jatuh cinta dalam diam. Begitu orang sering menyebutnya. Menikmati setiap kisah nya memang menyenangkan,tak akan pernah ada habisnya,namun miris. Terkadang manusia tidak dapat membedakan mana yang harusnya diperjuangkan dan mana yang pantas untuk dilepaskan. Terkadang manusia tak dapat melihat mana yang harusnya dikatakan dan mana yang pantas untuk dirahasiakan agar ucapan nya tak menyakiti hati orang lain. Cinta memang kejam. Tetapi,tak ada pilihan lain. Sudah dari dulu ia seperti itu.

Jatuh cinta dalam diam. Pernahkah kau merasakan nya? Seperti diburu perasaan yang tak dapat dikuasi. Ingin sekali rasanya hanya sebatas mengungkapkan,bahkan diantara mereka ada yang tak mengiba balasan sama sekali. Tulus bukan? Sebagian orang menganggap,cinta tak selalu membutuhkan kata. Entahlah. Mungkin,pernyataan tersebut ada benarnya juga.

Cinta memang tak selalu membutuhkan kata. Lihatlah mereka,para penyair yang pandai merangkai kata,merajutnya menjadi paragraf yang menusuk,dengan metafora yang membuatmu setiap detail nya tampak begitu hidup. Pernakah mereka mengungkapkan cinta dengan bahasa yang elok? Seperti layaknya puisi. Bisakah itu menjamin bahwa orang yang mereka cintai akan menjadi milik mereka selamanya? Tidak. Tentu saja tidak

Lalu,sekarang apa yang harus dilakukan oleh orang-orang yang terjebak oleh perasaan cinta yang menggebu,namun seperti semu untuk menjadi nyata? Mereka ingin sekali mengungkapkan nya,setidaknya hanya mengatakan bahwa mereka mencintai orang itu,begitu saja. Tak membutuhkan banyak waktu,mungkin hanya beberapa menit.

Ya. Mereka ingin sekali mengungkapkan semua perasaan yang telah lama coba mereka kuasai. Mencoba mengungkapkan rindu yang selama ini selalu dirangkainya rapi. Mencoba menuturkan sebuah kata yang selama ini hanya terucap di dalam hati. Namun,mereka tak seberani itu.

Mereka terlalu takut untuk menyatakan. Bukan! Mereka bukan nya takut akan reaksi yang mereka terima. Mereka selalu siap. Kapan pun. Mereka bahkan siap tersakiti hanya karena sebuah penolakan. Justru,yang mereka takutkan adalah keadaan.

Keadaan. Bagaimana jika setelah mereka sudah puas melampiaskan seluruh perasaan nya ke permukaan? Apa yang akan terjadi? Bagaimana jika keadaan justru berbalik? Seolah menyudutkan mereka dengan sebuah penyesalan mengapa mereka telah mengungkapkan perasaan nya? Atau,yang ini saja; Bagaimana jika kedekatan yang sudah lama dijaga justru harus hancur karena sebuah kejujuran yang naif?

Terkadang,mausia hanya terlalu membutakan matanya sendiri. Kata “teman” “sahabat” “kakak” atau bahkan “adik” yang dipergunakan sebagai identitas hanyalah kamuflase belaka. Tak banyak yang tau. Terkadang,orang-orang yang kau sebut sebagai teman,sahabat,atau ahkan mungkin mereka yang memanggilmu kakak atau adik mempunyai sebuah perasaan yang berusaha dijaga nya rapat-rapat.

Mereka tak mau mengungkapkan. Mengapa? Karena si pejuang rindu itu takut keadaan berbalik,menyudutkan mu untuk menjauh darinya dan mengorbakna kedekatan dengan kamuflase beragam yang sudah tercipta selama beberapa saat.

Jadi,sekarang. Jika aku mengatakan bahwa aku mencintaimu; dapatkah aku menahan mu disini untuk selamanya tanpa merubah apapun itu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s